Senin, 31 Oktober 2011

Ketika harus ikhlaskan hati demi kebahagiaan Ani

UNTUK ADIK TERSAYANKKU DI JUMOYO

   Memang aku salah dengan apa yang aku lakukan,mencuri nomer telfon some one sepecialnya Ani,namun tujuanku hanyalah satu yaitu mengetahui apa yang sebenernya ada diantara hubungan mereka berdua,mengapa aku lakukan hal ini?karena selama aku mengenal ani,dia tak pernah mau jujur bicara atau menceritakan hubungan mereka berdua,bagi ani aku memang tak harus ikut campur tentang hal itu karena itu termasuk prifasi ani,tapi ternyata ga mudah bagiku untuk hanya diam dalam menyimpan banyak Tanya tentang hubungan ani dengan dia.
  
Sejak ani tahu kalo aku sms lelaki itu maka yang terjadi ani banyak menyalahkanku,hal ini tidaklah mengapa karena aku sendiri juga sudah menyadari akan salahku,kelancanganku,di benci ani merupakan sebuah konskwensi yang harus aku terima dari sikapku itu
   
    Namun di balik semua ini kini banyaklah hikmah yang harus aku dan ani petik,bagiku kini aku mengerti ternyata ani memang bahagia menjalin hubungan bersama lelaki itu,ani tetep masih memiliki seseorang yang menjaganya,menghiburnya,serta memiliki tempat untuk berbagi suka dan duka meski aku harus pergi dengan sebenarnya,7 bulan yang sudah aku lewatkan bersama ani akan menjadi suatu kenangan berharga yang akan tetap aku simpan dalam hatiku.
Kalimat yang kini kadang menyadarkanku ialah:

Apa to yg sbnarnya mas mau ??
Mas pngen mngmbl 1 lg kbhgiaan Any ?
    
     Satu kalimat yang mampu menusuk hatiku,ga pernah terfikirkan olehku ternyata kasih serta sayang yang selama ini ku berikan buat Ani terlalu berlebihan sehingga apa yang aku alami membuat perasaan ini terasa berat harus menerima kenyataan,yaitu sebuah kenyataan untuk berhenti berharap memilikinya.

“diajeng cupitku sing ayu lagi apa?”

     Biasanya kalimat itu yang sering menjadi salam pembuka di stiap sapaanku lewat sms…namun sejak Ani menganggap aku ingin merenggut 1 kebahagiaan Ani maka kalimat sapaan inipun aku kubur dalam-dalam di hatiku,dan apa yang menjadi mimpi serta harapanku akan aku biarkan mengalir apa adanya dengan segala kondisi serta situasi yang akan terjadi,kata pasrah yang sering ani katakan benar-benar juga akan aku lakukan.


JAGALAH LENTERA KASIHMU

Tak banyak yang bisa aku lakukan buat ani karena aku sendiri menyadari akan siapa diriku
Banyaknya kekurangan yang ada pada dirikulah yang kemudian menyadarkanku lebih baik aku pergi
Dahulu aku memang pantang menyerah untuk selalu ada di samping ani,namun bersama perjalanan situasi mungkin inilah yang terbaik yaitu pasrah
Janganlah ani menganggap aku pingin merenggut kebahagiaan ani,Karen kata-kata inilah yang menyakitiku
Kesalahan ani adalah ….. ahhh tidak! Ani tidaklah salah…
Kesalahanku adalah telah membiarkan hatiku jatuh hati kpd ani namun aku brusaha menampiknya,sehingga tak terasa akupun mencurahkan kasih serta saying yang berlebihan kepada ani
Namun jujur bersama ani rasanya tenang,nyaman,dan mampu merasakan sesuatu yang entah itu apa

AHHH sudahlah….

Semoga ANI mampu menjaga lentera kasih bersamanya sehingga arah masa depan anipun semakin Nampak
Semoga lentera kasih itu bisa membawa kehidupan ani yang sebenarnya
Semoga lentera kasih itu mampu menuntut apa arti kasih serta sayank yang sebenarnya
Semoga lentera kasih itu mampu menemani dan tahu akan jeritan ani yang sering ani sembunyikan
Semoga lentera kasih itu mampu mengusap setiap air mata kesedihan ani
Semoga lentera kasih itu mampu menjadi sahabat serta do-a untuk ani.

sekedar berbagi cerita kenangan saat banjir lahar dingin di Jumoyo


DI BALIK LAYAR ARYA DALAM TUGAS RELAWAN KEMANUSIAAN BANJIR LAHAR DINGIN DI DESA JUMOYO KEC.SALAM KAB.MAGELANG 2011

   Menjadi seorang relawan kemanusiaan memang sebuah pilihan,saat terjadi bencana  manusia tentunya memiliki keinginan untuk bisa membantu meringankan penderitaan saudara-saudaranya yang sedang terkena musibah.banyak cara yang bisa kita pilih untuk melakukan hal itu karena memang banyak yang di butuhkan oleh mereka yang terkena musibah bencana…
Sepenggal kalimat diatas hanyalah sekedar   pembuka sebagaimana dalam tulisan ini saya berusaha menceritakan pengalaman ketika berada di daerah rawan bencana serta berada bersama warga yang terkena bencana.
   Masih saya ingat ketika mengemban tugas kemanusiaan untuk kesiap siagaan dan tanggap darurat  erupsi merapi 2010 kemarin,selama 7 hari membawa pribadi saya kedalam pengalaman yang cukup membangkitkan naluriku sebagai manusia social,tak banyaklah yang bisa saya lakukan saat itu karena tubuh ini tetap hanyalah manusia biasa dimana didalamnya terdapat keterbatasan.
   Namun saya cukup bangga dengan diriku sendiri tatkala mampu berada dalam sebuah kondisi yang begitu mengerikan,meneganggangkan,serta banyak warna seakan-akan muncul dalam keadan yang penuh dengan tangis,ketakutan serta kepanikan.
Saya hanyalah seorang relawan kemanusiaan yang tergabung dalam korp suka rela(K S R )PMI  kab temanggung.saya hanyalah manusia yang berusaha merelakan diri untuk memasuki dunia dimana kebanyakan orang sudah merasa masa bodoh dan tiada mau peduli,saya hanyalah lelaki lajang yang menjalani hari kadang tanpa memiliki tujuan pasti,namun saat itu…saya benar-benar ikhlas mengabdikan segenap jiwaragaku untuk misi kemanusiaanku yang saya emban.
  Batas waktu 7 hari terasa begitu pendek saat saya tersadar harus kembali pulang lantaran surat tugas ini habis,di sisi lain rasanya semangat untuk berada di tengah-tengahwarga  pengungsi masih menyala membara seakan membakar diantara pilihan harus pulang dan bertahan.
   Masa erupsi sudah reda radius bahaya sudah di hapuskan sehingga radius amanpun sudah kembali normal, masa recoverypun tiba sementara musim hujanpun tiba sehingga ancaman lahar dingin menimpa beberapa tempat yang berada di bantaran sungai.
   Akhir desember 2010,aku kembali merelakan diriku untuk kembali berada di pengungsian,desa jumoyo kec salam kab magelang sebagai mana masa erupsi merapi saya di tugaskan disana,namun saat ini saya datang secara pribadi tanpa membawa lambang palang merah Indonesia,tanpa memakai atribut organisasi apapun,namun saya datang atas permintaan ibu lurah jumoyo yang menjadi korlap dapur umum jumoyo untuk korban lahar dingin.
Sore hari tanggal 5 januari2011,begitu masih teringat hujan lebat di iringi angin serta kilatandan juga suara gemuruh petir,dan hal itu memang memberikan nuansa yang mencekam terlebih untuk warga dusun gempol,saat mahrib tiba aliran listrikpun padam sampai akhirnya gemuruh suara material vulkanik beserta aroma belerangpun menyelimuti,menabrak,menerjang,meluluh lantakkan,dan menghancurkan puluhan rumah warga,dan muncullah aliran sungai-sungai baru yang rutenya masuk ke perkampungan.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            
Dalam menjalani kegiatan di tengah-tengah pengungsiaan ini,pastilah banyak pengalaman pribadi yang  saya temukan,mendapatkan teman,sahabat,krabat,bahkan keluarga yang tak terasa ternyata sudah 7 bulan saya berada di tengah-tengah mereka.masih seperti  dahulu rasanya berat meninggalkan jumoyo,banyak sekali kenangan,kesan,serta prasaan yang  sampai saat inipun masih belum mampu untuk di katakan,namun saya bersyukur sudah mengenalnya,melalui sedikit waktu bersamanya,melihat senyumnya,tawanya,bahkan pernah ada dalam tangisan dukanya,bahkan s memberi kesempatan untuk menina boboin dia.
   Namun sebenernya ada perasaan yang sampai saat ini tidak mampu saya ungkapkan karena saya belum merasa yakin dengan semua ini,kini yang ada hanyalah rasa rindu bila karena saya tidak lagi berada langsung di sampingnya,rasa sayang inipun terasa sudah terpatri di dalam hatiku meski pada hakekatnya saya selalu berusaha untuk ikhlas di dalam melakukan,memberikan,bahkan mengorbankan apa yang selama ini sudah saya berikan untuknya.
   Kalimat yang kadang menjadi dasar kenapa saya mnjadi seperti ini harus selalu rela menyimpan perasaan ini sendiri adalah “Kedermawanan tidak hanya berupa harta serta benda namun bisa dengan kebaikan hati yang berdasarkan sebuah keikhlasan”namun siapa sangka saya mengharapkan sebuah balasan namun hal ini adalah hasil dari sebuah kebersamaan yang sudah 7 bulan selalu melewati hari bersama.Tidaklah adil bila saya mengatakan 7 bulan itu pendek,tidaklah salah dalam 7 bulan itu saya mendapatkan banyak pengalaman pribadi yang cukup bermakna karena di dalamnya terdapat sebuah nilai-nilai persahabatan,kasih serta sayang,serta terdapat jalinan kekeluargaan yang rasanya tidaklah mungkin saya hapus dan lupakan.
   Berusaha menyadarkan diri ini dengan sebuah ungkapan “Berkorban”dimana artinya adalah memberikan sesuatu untuk orang lain,mengeluarkan sesuatu bukan untuk kepentingan sendiri atau melakukan sesuatu yang hasilnya bukan untuk diri sendiri.
   Tapi kenapa pengorbanan itu selalu memberi rasa nikmat???
Kenapa mesti memeras tenaga,fikiran,menguncurkan keringat,mengeluarkan harta,hingga menyumbangkan darah dan nyawa hanya untuk kepentingan orang lain bahkan untuk orang banyak??
   Dan kenapa… kita tetap memberi meski dalam kondisi sempit,selalu berusaha menanamkan kebahagiaan untuk orang lain meski kita dalam kondisisulit,berusaha selalu memberikan manfaat pada orang lain meski kita berada dalam keadaan memerlukan??
memberi secara lahir adalah mengeluarkan sesuatu untuk orang lain yang berarti juga mengurangi sesuatu yang kita miliki.

Ya Alloh..apa hikmah di balik semua yang sedang aku rasakan ini,mengapa bayang dirinya selalu mengikutiku dimanapun keberadaanku…
Ya Alloh…lindungilah saudariku ini,saat aku tidak dapat berada di dekatnya untuk membantu kesulitannya,saat aku tidak disisinya untuk mendengar keluh kesahnya,,
Mudahkanlah urusannya ya Alloh,tabahklanlah ia dan berikanlah kekuatan kepadanya.
Ya Alloh…tenangkanlah hati kami,karena hanya engkau yang memberi jalan terbaik bagi kami.
Eratkanlah persaudaraan kami dalam naungan cinta,serta kasih sayangMU ya Alloh.                         
Ya Alloh….
Bila diriku memang baik untuk menjadi sahabatnya maka berikanlah aku kemampuan untuk memahami setiap getaran hati,setiap sudut tatapan mata,setiap desahan nafas.
Berilah hamba petunjuk  saat merasakan kegelisahannya,keresahan,kedukaan  yang terpendam dalam dirinya.
Semoga aku dapat memahami segala aduan segala rasa,curahan kepedihan jiwa meski kami tak bersama
Dengar suara hatiku melantunkan cinta…indah…damaikan diriku rasakan saying
Rengkuh aku dalam pelukmu,ingin takku lepaskan lagi
Kau beri aku senyum indahmu,usapan lembut dan penuh kasih
Aku mimpikan dirimu setiap waktu namun kadang letih mengejar bayanganmu
Ingin aku selalu di sisimu kita bersama merajut harapan..
Ku lantunkan tembang cinta untuk kita resapi bersama,,,
Seandai saja engkau tahu ada rasa sayangku padamu yang tak mungkin aku mengatakan
“aku sayang pada dirimu”
Dengar  suara hatiku melantunkan cinta ….NEORAT …MIMPIKU…