Menjadi seorang relawan kemanusiaan memang sebuah pilihan,saat terjadi bencana manusia tentunya memiliki keinginan untuk bisa membantu meringankan penderitaan saudara-saudaranya yang sedang terkena musibah.banyak cara yang bisa kita pilih untuk melakukan hal itu karena memang banyak yang di butuhkan oleh mereka yang terkena musibah bencana…
Sepenggal kalimat diatas hanyalah sekedar pembuka sebagaimana dalam tulisan ini saya berusaha menceritakan pengalaman ketika berada di daerah rawan bencana serta berada bersama warga yang terkena bencana.
Masih saya ingat ketika mengemban tugas kemanusiaan untuk kesiap siagaan dan tanggap darurat erupsi merapi 2010 kemarin,selama 7 hari membawa pribadi saya kedalam pengalaman yang cukup membangkitkan naluriku sebagai manusia social,tak banyaklah yang bisa saya lakukan saat itu karena tubuh ini tetap hanyalah manusia biasa dimana didalamnya terdapat keterbatasan.
Namun saya cukup bangga dengan diriku sendiri tatkala mampu berada dalam sebuah kondisi yang begitu mengerikan,meneganggangkan,serta banyak warna seakan-akan muncul dalam keadan yang penuh dengan tangis,ketakutan serta kepanikan.
Saya hanyalah seorang relawan kemanusiaan yang tergabung dalam korp suka rela(K S R )PMI kab temanggung.saya hanyalah manusia yang berusaha merelakan diri untuk memasuki dunia dimana kebanyakan orang sudah merasa masa bodoh dan tiada mau peduli,saya hanyalah lelaki lajang yang menjalani hari kadang tanpa memiliki tujuan pasti,namun saat itu…saya benar-benar ikhlas mengabdikan segenap jiwaragaku untuk misi kemanusiaanku yang saya emban.
Batas waktu 7 hari terasa begitu pendek saat saya tersadar harus kembali pulang lantaran surat tugas ini habis,di sisi lain rasanya semangat untuk berada di tengah-tengahwarga pengungsi masih menyala membara seakan membakar diantara pilihan harus pulang dan bertahan.
Masa erupsi sudah reda radius bahaya sudah di hapuskan sehingga radius amanpun sudah kembali normal, masa recoverypun tiba sementara musim hujanpun tiba sehingga ancaman lahar dingin menimpa beberapa tempat yang berada di bantaran sungai.
Akhir desember 2010,aku kembali merelakan diriku untuk kembali berada di pengungsian,desa jumoyo kec salam kab magelang sebagai mana masa erupsi merapi saya di tugaskan disana,namun saat ini saya datang secara pribadi tanpa membawa lambang palang merah Indonesia,tanpa memakai atribut organisasi apapun,namun saya datang atas permintaan ibu lurah jumoyo yang menjadi korlap dapur umum jumoyo untuk korban lahar dingin.
Sore hari tanggal 5 januari2011,begitu masih teringat hujan lebat di iringi angin serta kilatandan juga suara gemuruh petir,dan hal itu memang memberikan nuansa yang mencekam terlebih untuk warga dusun gempol,saat mahrib tiba aliran listrikpun padam sampai akhirnya gemuruh suara material vulkanik beserta aroma belerangpun menyelimuti,menabrak,menerjang,meluluh lantakkan,dan menghancurkan puluhan rumah warga,dan muncullah aliran sungai-sungai baru yang rutenya masuk ke perkampungan.
Dalam menjalani kegiatan di tengah-tengah pengungsiaan ini,pastilah banyak pengalaman pribadi yang saya temukan,mendapatkan teman,sahabat,krabat,bahkan keluarga yang tak terasa ternyata sudah 7 bulan saya berada di tengah-tengah mereka.masih seperti dahulu rasanya berat meninggalkan jumoyo,banyak sekali kenangan,kesan,serta prasaan yang sampai saat inipun masih belum mampu untuk di katakan,namun saya bersyukur sudah mengenalnya,melalui sedikit waktu bersamanya,melihat senyumnya,tawanya,bahkan pernah ada dalam tangisan dukanya,bahkan s memberi kesempatan untuk menina boboin dia.
Namun sebenernya ada perasaan yang sampai saat ini tidak mampu saya ungkapkan karena saya belum merasa yakin dengan semua ini,kini yang ada hanyalah rasa rindu bila karena saya tidak lagi berada langsung di sampingnya,rasa sayang inipun terasa sudah terpatri di dalam hatiku meski pada hakekatnya saya selalu berusaha untuk ikhlas di dalam melakukan,memberikan,bahkan mengorbankan apa yang selama ini sudah saya berikan untuknya.
Kalimat yang kadang menjadi dasar kenapa saya mnjadi seperti ini harus selalu rela menyimpan perasaan ini sendiri adalah “Kedermawanan tidak hanya berupa harta serta benda namun bisa dengan kebaikan hati yang berdasarkan sebuah keikhlasan”namun siapa sangka saya mengharapkan sebuah balasan namun hal ini adalah hasil dari sebuah kebersamaan yang sudah 7 bulan selalu melewati hari bersama.Tidaklah adil bila saya mengatakan 7 bulan itu pendek,tidaklah salah dalam 7 bulan itu saya mendapatkan banyak pengalaman pribadi yang cukup bermakna karena di dalamnya terdapat sebuah nilai-nilai persahabatan,kasih serta sayang,serta terdapat jalinan kekeluargaan yang rasanya tidaklah mungkin saya hapus dan lupakan.
Berusaha menyadarkan diri ini dengan sebuah ungkapan “Berkorban”dimana artinya adalah memberikan sesuatu untuk orang lain,mengeluarkan sesuatu bukan untuk kepentingan sendiri atau melakukan sesuatu yang hasilnya bukan untuk diri sendiri.
Tapi kenapa pengorbanan itu selalu memberi rasa nikmat???
Kenapa mesti memeras tenaga,fikiran,menguncurkan keringat,mengeluarkan harta,hingga menyumbangkan darah dan nyawa hanya untuk kepentingan orang lain bahkan untuk orang banyak??
Dan kenapa… kita tetap memberi meski dalam kondisi sempit,selalu berusaha menanamkan kebahagiaan untuk orang lain meski kita dalam kondisisulit,berusaha selalu memberikan manfaat pada orang lain meski kita berada dalam keadaan memerlukan??
memberi secara lahir adalah mengeluarkan sesuatu untuk orang lain yang berarti juga mengurangi sesuatu yang kita miliki.
Ya Alloh..apa hikmah di balik semua yang sedang aku rasakan ini,mengapa bayang dirinya selalu mengikutiku dimanapun keberadaanku…
Ya Alloh…lindungilah saudariku ini,saat aku tidak dapat berada di dekatnya untuk membantu kesulitannya,saat aku tidak disisinya untuk mendengar keluh kesahnya,,
Mudahkanlah urusannya ya Alloh,tabahklanlah ia dan berikanlah kekuatan kepadanya.
Ya Alloh…tenangkanlah hati kami,karena hanya engkau yang memberi jalan terbaik bagi kami.
Eratkanlah persaudaraan kami dalam naungan cinta,serta kasih sayangMU ya Alloh.
Ya Alloh….
Bila diriku memang baik untuk menjadi sahabatnya maka berikanlah aku kemampuan untuk memahami setiap getaran hati,setiap sudut tatapan mata,setiap desahan nafas.
Berilah hamba petunjuk saat merasakan kegelisahannya,keresahan,kedukaan yang terpendam dalam dirinya.
Semoga aku dapat memahami segala aduan segala rasa,curahan kepedihan jiwa meski kami tak bersama
Dengar suara hatiku melantunkan cinta…indah…damaikan diriku rasakan saying
Rengkuh aku dalam pelukmu,ingin takku lepaskan lagi
Kau beri aku senyum indahmu,usapan lembut dan penuh kasih
Aku mimpikan dirimu setiap waktu namun kadang letih mengejar bayanganmu
Ingin aku selalu di sisimu kita bersama merajut harapan..
Ku lantunkan tembang cinta untuk kita resapi bersama,,,
Seandai saja engkau tahu ada rasa sayangku padamu yang tak mungkin aku mengatakan
“aku sayang pada dirimu”
Dengar suara hatiku melantunkan cinta ….NEORAT …MIMPIKU…